Kucing dan Ayam

Kisah ayam dan kucing dalam tulisan ini saya dapat dari ‘dulu saya pernah dengar tapi lupa dari siapa’, tapi bukan hasil membaca jadi saya ndak bisa ngasih proper credit kepada ‘you know who’ yang telah memberikan ilmu pengetahuan ini kepada saya.

Apa yang membedakan kucing dan ayam, life style apa yang mereka jalani, dan result apa yang mereka peroleh?

Kucing adalah hewan pemalas. Kalau siang kerjaannya cuman tidur di kolong meja atau ranjang, kadang nangkring dan ngorok di atas kursi. Kalau majikannya lengah, dia meloncat ke meja makan dan menyikat lauk pauk jatah makan siang kita.

Ketika malam bergulir, pada saat semua tidur dan beristirahat si kucing ini malah menyelinap keluar dan asyik nongkrong di atas pagar liatin apapun yang bisa dilihat. Si kucing ini betah banget nonkrong diem ndak melakukan aktifitas apapun, cuman manyun nangkring diatas pagar. Aktifitas yang sungguh sangat tidak produktif.

Hasilnya? Dia sering digebuk sapu karena nyolong lauk kita. Reputasinya sebagai pembasmi tikus sudah luntur dan tinggal cerita saja. Dan tragisnya, kucing ini mau kawin aja pakai acara berantem dulu. Pernah lihat atau denger kucing mau kawin? Ribut banget kan?

Dilain pihak, ayam adalah contoh perilaku dari gaya hidup yang super disiplin.

Ketika sore menjelang, dia sudah nangkring di peraduan. Meskipun di dekat peraduannya ada pertunjukan wayang kulit, dia ndak bakalan turun cuman buat liat-liat. Baginya waktu tidur harus efektif sebagai waktu istirahat. Dia juga ndak peduli dengan keasyikan si kucing yang hobi nongkrong di atas pagar.

Pagi menjelang, dialah yang paling dulu bangun, dan tidak lupa melakukan aktifitas rutin, membangunkan seisi alam semesta dengan nyaring suara kokoknya. Sebuah aktifitas bermanfaat yang rutin dia lakukan tanpa pamrih.

Puas membangunkan alam semesta, dia langsung nyeker-nyeker tanah mencari makan, terus sampai perutnya kenyang. Hasilnya, jam 6 pagi perutnya udah kenyang, dan mungkin dia udah kawin 5 kali sepagi itu. Tidak ada perang mulut atau saling cakar. Aktifitas kawinnya penuh kemesraan dan keikhlasan. Hidup ini penuh berkah bagi sang ayam.

Siapakah kita? Si kucing atau sang ayam?

Pingin jadi seperti sang ayam? Sanggupkah kita melaksanakan semua aktifitas bermanfaat itu? dengan penuh kedisiplinan?

Mau jadi si kucing aja? Enak kok, seharian bermalasan, kalau malem nongkrong, butuh makan tinggal menunggu majikan lengah. Tapi sanggupkah kita membayar konsekwensinya?

Mau saya jabarkan analogi di atas dalam realita kehidupan kita? Saya khawatir apa yang saya tulis nanti menyinggung pembaca. Hehehe…. bukan karena salah, tapi karena benar.

Tambahan: Untuk mas qisthon yang lagi sibuk dengan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 nya, maaf emailnya belum bisa saya jawab. Saya akan coba angkat dalam satu postingan. Tapi ndak janji… hyahaha

Eh iya, mas qisthon berhasil menghubungi saya lewat email langganan RSS ya mas? Kalau email yang itu memang minimal seminggu sekali saya buka mas. Kalau yang biasa buat komeng blas ndak pernah saya buka, rawan spam. hehehehe…

So, kalau mau menghubungi saya lewat email.. silahkan langganan RSS blog ini. Itu saya pasang diatas memang ada tujuannya. Hahahaha…

Edit: ternyata feedburner harus dipindah ke account goole yah. Hehehe.. baru tahu, dasar nubie. ntar deh saya liat2 dulu, ndak tahu form diatas masih bisa ndak.

No related posts.

13 Comments

  1. Narmadi says:

    Seperti pitutur orang tua dulu…kalau bangun kesiangan rejekinya dipatok ayam…hmm…ada pasnya juga yah

    Narmadi´s last blog post..Membangun Bisnis Sambil Ngeblog

    [Reply]

    admin Reply:

    akhirnya bisa pertamax mas :)

    [Reply]

  2. Saya maunya jadi Rajawali :)

    Form-nya masih bisa koq Mas, RSS itu kalau kita sudah punya account Google tinggal menginteragasikan saja.

    Btw, makasih link-nya dan saya tunggu posting-nya…
    Kalau gak sempat posting ya reply via email hee.hee..

    Rajawali kecil´s last blog post..Tertawa Bersama Mas Pogung

    [Reply]

    admin Reply:

    iya mas.. kapan-kapan hehehee

    [Reply]

  3. kipram says:

    Mungkin itu awal nya pepatah rejeki dipatok ayam.

    kipram´s last blog post..UFC 95 Video

    [Reply]

  4. BlogSigit says:

    kalau disuruh milih antara keduanya saya pilih jadi ayam

    BlogSigit´s last blog post..Bunga Mawar dan Kasih Sayang

    [Reply]

  5. uwanz says:

    kalo saya jadi ayam dan kucing, kadang disiplin kadang males2an :D

    uwanz´s last blog post..Tips Trik Menikmati Lezatnya Linkworth

    [Reply]

  6. aha says:

    nggak milih.. milih jadi diri sendiri aja.. hehehehe

    [Reply]

  7. nugraha says:

    mas, cerita in aja, jangan sungkan2.
    oiya tapi aku nemu in hal yang janggal di postingan mas ekkei dengn realita. (gimana dengan ayam kampus ?)

    nugraha´s last blog post..Rahasia SEO Akhirnya Diungkap

    [Reply]

  8. Reza Fauzi says:

    saya mau jadi kaya ayam deh, trus juga enak tuh dagingnya :p

    [Reply]

  9. lola says:

    nice post…!

    [Reply]

  10. Arya says:

    Analagi yang pas mas buat macu semangat kita untuk lebih semangat berusaha…

    Arya´s last blog post..My Soulmate : Where are you ?

    [Reply]

  11. adit says:

    ada hikmahnya itu, makasih mas

    [Reply]

Leave a Reply