Link Building

Note: I’m not writing this post in my best mood. Mungkin ada beberapa kata yang tidak seharusnya dipakai, but my suggestion is, just ignore them. Ambil yang baik dan tinggalkan yang tidak. You’ll be fine… hahaha… I love you full

Setelah kemarin kita mengumpulkan beberapa target keyword dan mulai menulis artikel around those keywords, langkah selanjutnya adalah melakukan link building yang basically, mendapatkan link sebanyak mungkin ke situs dan halaman situs kita. Pay attention on the words in italic.

Saya yakin rekan-rekan sudah banyak membaca tulisan tentang link building ini. Mungkin saya tidak akan membahas tekhnik membangun link tersebut, mungkin juga akan saya bahas, I don’t know, saya nulis artikel ini dalam kondisi high gara-gara obat, obat beneran bukan “obat yang itu”… hehehe… I’m clean now, friends!

OK, jelas tulisan ini tidak akan tertata dengan rapi, mungkin loncat-loncat, mungkin gak lengkap dan semacamnya. Selain karena kondisi high tadi, saya juga do it on purpose, emang agak saya sengaja dengan alasan tertentu. Alasan yang sama yang membuat 2 tulisan sebelumnya, keyword research dan content creation tidak saya bahas secara detail, tapi cukup untuk sekedar “give you a nice kick in the a*s to start”.

Mari kita mulai, shall we?

Pertama, saya ingin menegaskan satu hal. “Link building for real seo” (hahaha.. i got that phrase from a friend) dan link building untuk ningkatin Pagerank bisa sangat berbeda. Banyak bloger yang membahas tekhnik membangun link untuk ningkatin PR blog kita. Dan mereka benar, tekhnik-tekhnik itu memang (mungkin) efektif untuk menaikkan PR kita. Tapi mungkin tidak terlalu/selalu efektif untuk meningkatkan rangking kita di search engine. Rangking di search engine (serps) beda banget ma PR (pagerank).

Bagi saya untuk sekedar naikin PR, simple aja. Dapatkan do-follow link dari high PR page sebanyak-banyaknya. Ingat, high PR page, bukan High PR site.

Now, tentang do-follow dan no-follow link, if you don’t know what are they, do some google searches first, I won’t write a long post just to tell you their definition. Ada banyak pendapat soal do dan no follow ini. Tapi saya singkat aja, “dofollow link is better then nofollow link”.

Hey.. what kind of explanation is it, you as**ole? Any noobs out there knows that dofollow link is better then nofollow one. Yes, but noobs out there maybe don’t know this, “just because do-follow is better it doesn’t mean that we can’t get adventage from those no-follow links”.

Tapi pembahasan itu tidak untuk saat ini. Nanti kalau kita bicara tentang blog farming, link laundering, parasite links dan semacamnya, kita akan tahu kegunaan no-follow links tersebut. Bukan berarti saya menjanjikan akan membahas hal-hal tersebut. Yes, what an as**ole, I know.

So, untuk saat ini, karena kita tahu dofollow is better, saran saya sementara ini, usahakan mendapatkan do-follow dulu. Kalau sumber do-follow anda habis…. kasian deh lu. Hahahhaa…. Hint: create your own!

Berikutnya tentang anchor text. Anchor text adalah text yang kita gunakan sebagai link. Contoh: what an as*hole. Tulisan yang bisa anda klik tersebut adalah anchor text.

Kegunaan anchor text ini untuk memberitahu search engine, situs/page yang mendapat link tersebut tentang apa. Jadi kalau anda ingin menaikkan ranking anda di search engine untuk, misalnya, Diabetes Treatment, gunakan “diabetes treatment” ini sebagai anchor text link anda.

Ini jadi jawaban untuk pertanyaan any noobs out there yang bertanya, saya sudah membangun link banyak banget, tapi situs saya tidak pernah mendapatkan traffic dari search engine untuk keyword yang saya bidik. Padahal PR juga udah naik.

Lha iya, wong sampeyan menggunakan nama sampeyan sebagai ancor text. PR emang naik, karena algoritma PageRank tidak terlalu (kalaupun ada) memperhatikan anchor text.

So, kalau anda ingin menaikkan rangking situs anda di search engine untuk suatu keyword, gunakan keyword tersebut sebagai anchor text. Iya, bahkan untuk keyword yang panjang macam “the best natural diabetes treatment ever found”, gunakan frasa itu sebagai anchor text kalau memang itu yang anda bidik.

Terus, apakah link tanpa/tidak dengan anchor text yang sesuai tidak membantu? Jawabannya sama dengan soal do/no follow diatas, makin anchored (hahaha) makin baik, tapi link tanpa atau dengan anchor asal, secara umum masih membantu ‘link popularity’ situs anda. Dan link popularity ini juga cukup penting.

Next is, in-content link atau relevant link. Gampangnya, incontent link adalah link yang ada di dalam suatu artikel, job-job paid review itu contohnya. Link diletakkan dalam artikel yang membahas topik yang sesuai dengan tema situs yang mendapatkan link. Kalau situs kita tentang diabetes, dapatkan link dari artikel yang membahas tentang diabetes, atau minimal tentang “health”, masih lumayan relevant lah.

Makin hari Google makin menaruh perhatian lebih pada masalah link relevancy ini. Jadi, usahakan untuk mendapatkan link dari situs/page dengan topik yang relevant dengan situs anda.

Sebelum anda bertanya, iya, ini bukan berarti link dari situs yang tidak relevan tidak berguna. To be really honest with you, many of my links are coming from non relevant sites/pages and I can place my site on the first page of Google for my target keyword. How? The answer here is: volume!

Masih sama dengan kasus follow dan anchor di atas, makin relevant situs yang ngasih link, makin bagus.

Berikutnya, mengenai IP address. Yang dimaksud di sini adalah IP address dari situs yang nge-link ke situs kita. Makin bervarisai IP address-nya makin bagus. Jadi kalau anda mendapatkan 100 link tapi semua dari blogspot.com misalnya, link tersebut tidak begitu bagus karena berasal dari 1 IP (saya asumsikan semua blogspot blog di satu server, belum penah ngecek). Akan jauh lebih bagus kalau anda mendapatkan 100 link dari 100 atau 50 situs dengan IP address yang berbeda.

Ada beberapa seo experts yang berteori, setelah sekian link, value link dari 1 ip address akan berkurang drastis. Misalnya dari kasus di atas, 100 link dari blogspot, maka setelah 10 link pertama link ke 20 sampai ke 100 nilainya makin turun, bahkan mungkin tidak dianggap. Ini hanya teori, mungkin sudah didasari dengan experiment, tapi yang jelas teori ini masuk akal.

But still, getting 100 links from 1 IP address is better then nothing.

Faktor selanjutnya, harusnya ini ada di nomer satu, halaman di mana link tersebut ditempatkan harus bisa di-crawl oleh bot search engine. Mungkin ini agak kurang familiar bagi rekan-rekan.

Begini, ada beberapa halaman situs yang tidak bisa dikunjungi oleh bot search engine, misalnya beberapa forum ada yang mengharuskan login untuk bisa mengakses halaman mereka. Kecuali si admin membuat setingan khusus untuk bot, maka link di forum tersebut tidak berguna untuk SEO, karena bot SE tidak bisa mengakses halaman link tersebut. Link masih berguna untuk menarik traffic langsung dari member lain, tapi tidak untuk SEO.

Saya udah capek. hehehe….

OK, untuk meringkas masalah link building ini, kalau misalnya saya harus ngasih ‘rate’ ke suatu link, maka faktor berikut yang saya perhatikan.

  1. Crawlable. halaman tempat link tsb harus bisa di akses oleh bot search engine, or else, it will be useless (SEO wise).
  2. Do-follow, simple, karena do-follow lebih baik dari no-follow.
  3. Anchored link. Link harus bisa saya kasih anchor text.
  4. Lain-lainnya tidak selalu saya perhatikan.

C’mon guys.. bisa menemukan situs yang bisa kita tempelin link (baca: spam) bukan perkara gampang, mungkin tidak sulit tapi pasti butuh waktu. Kalau terlalu pilih-pilih, ntar gak jadi dapet link dong.

Perlu saya ketengahkan juga dalam tulisan ini (duh!), dalam masalah link building ini, memang bisa dikatakan “a link is a link, it’s better than no link”. Hanya saja, perlu dipertimbangkan juga effort dan result-nya. Udah repot, lama, dapetnya cuman link no-follow yang ndak bisa dikasih anchor text.

Satu hal lagi yang mungkin tidak banyak di singgung mengenai link building ini. Semakin mudah sebuah tekhnik link building diaplikasikan maka akan semakin banyak orang yang menggunakan tekhnik tersebut. Dan biasanya, hal ini akan membuat efektifitas dan kualitas link yang didapat dari tekhnik tersebut akan berkurang.

Itu sebabnya banyak yang bilang, link dari bookmarking sites sudah tidak seefektif dulu lagi, begitu juga dari blog comment, dan semacamnya. Ini karena setiap orang bisa membookmark situs mereka, setiap orang bisa mendapatkan link dari blog comment, dst. Dan akan ada banyak orang yang abuse tekhnik ini untuk link spamming. As the result, Google will start to pay attention on it, then devalue the links from it. As simple as that.

On the other hand, semakin sulit sebuah link building diaplikasikan akan semakin sedikit orang yang menggunakannya dan mengurangi jumlah spammer yang abusing the system. Hasilnya, Google akan melihat link tersebut sebagi ‘valuable link’. Contohnya, link from press release sites. You will see “no Viagra spammers accepted” sign here.

Duh, kok banyak bahasa Inggrisnya ya, hahhaha…

Udah panjang kayaknya ya tulisan ini, saya juga udah capek ngetiknya. Untuk cara-cara mendapatkan link saya yakin rekan-rekan sudah banyak tahu, dah banyak yang bahas cara-cara nya. Lha, terus tulisan ini tentang apa? Ndak tahu ya…. hehehehe… saya cuman ngetik.

Saya males mau baca ulang tulisan ini, kalau ada yang salah, ya maap, kalau ada bahasa yg gak pas, ya maap, kalau ada yang gak jelas, ya tanya aja. Hehehe…

Have a nice day prend semua, see ya!